catch the rawr hint!

Sunday, August 12, 2012

"Kalian masih yang terbaik"

"Selama ini, kalian masih yang terbaik", merinding saya dengar kata-kata itu dari Wakasek Kesiswaan. Bukan bermaksud menyombong dan berbangga diri, tapi cuma kata-kata itu yang bisa dijadikan motivasi. OSIS 2012, kita masih punya 2 acara besar lagi, Dies Natalis 2012 dan PCKO/PCPO. Semoga kata-kata itu memang tetap akan jadi terus begitu sampai dua acara ini selesai kita laksanakan. SEMANGAT!

Friday, August 10, 2012

Plot

Kerja di OSIS periode 2012 itu kayak emang udah di plot kerjanya sesuai kemampuan. Nih contohnya aja, Septiani Mentari, yang kalo ngga jadi sie acara pasti jadi orang dekorasi sama aja kayak Amelia Dwi Astuti, kalo ngga jadi sekretaris ya bagian dekorasi. Lain lagi kalo Eldha Luvy Zha, kalo ngga jadi humas pasti jadi bendahara. Yah pokoknya begitulah. Ada orang-orang yang emang udah dipercaya dalam bidangnya masing-masing, entah karena track record mereka karna emang kebiasaan, atau karna kepercayaan dari orang lain mereka mampu dan bisa. 
Ngga salah sih, mem-plot orang-orang sesuai kemampuan mereka, ngga sama sekali. Setidaknya orang-orang itu emang udah expert di bidangnya dan tau luar dalem rasanya pekerjaan itu. Yang jelas apapun pekerjaannya, rasa tanggung jawab itu pasti diperlukan.
 pikir deh kalo ngga ada kalian yang ngerjain tugas kalian siapa? pikir deh kalo kalian ngga ada, ngga akan ada lagi yang kayak kalian

MOPD 2012

Topik yang akan Gue angkat untuk post kali ini adalah… MOPD. Kebanyakan sekolah menyebutnya dengan MOS atau Masa Orientasi Siswa. Lantas apa itu MOPD? Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) adalah pintu gerbang bagi siswa/i baru untuk mengenal sekaligus beradaptasi dengan lingkungan yang baru, tempat dia akan bersekolah atau menutut ilmu. Baik, Gue akan menceritakan tentang MOPD 2012 yang ada di sekolah Gue.


Gue, berperan sebagai sie acara pada MOPD kali ini. Sie acara itu adalah salah satu seksi yang mengkonsep segala keperluan yang berkenaan dengan acara. Mulai dari apa yang bakal dilakuin sama peserta MOPD nanti, apa yang bakal mereka terima nanti, sampai barang-barang yang bakal mereka bawa dan pakai nanti. Ngga sekedar itu, sie acara harus bisa mengatur segala jadwal acara sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan. Alhamdulillah untuk tahun ini, sie acaranya ada 6 orang, dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya berjumlah 3 orang, rasanya sangat amat membantu sekali dengan jadwal acara yang sedemikian ribet mumet met met met (oke, lebay -_-), tapi emang bener, untuk MOPD kali ini jumlah kelas dibagi menjadi 12 kelas, dan 12 kelas itu dibagi lagi menjadi 2 gelombang. Rentetan acara MOPD meliputi Outbond, LDKS, dan MOPD itu sendiri. Oh ya, untuk masalah Outbond dan LDKS, sekolah Gue mempercayakannya kepada salah satu lembaga yang telah dipercayakan setahun yang lalu. Pada awalnya, yang namanya kakak kelas yaaaah maunya sih seluruh kegiatan MOPD, ya OSIS yang pegang, bukan soal mau balas dendam, tapi ini soal.. mereka-anak-baru-yang-bakalan-sekolah-bersama-kami. Nah dengan adanya 3 agenda yang digabungin dalam satu acara, Gue dan teman-teman sie acara lainnya dipaksa untuk membuat plan, yap dan itu sampai plan D! wkwkwk sampai pada akhirnya yaaa karna memang jadwal yang kami buat harus disesuaikan dengan 2 agenda lainnya, kami harus puas dengan jadwal yang memang diperuntukan untuk agenda MOPD.

Oh ya, di dalam struktur kepanitiaan MOPD, ngga cuma ada sie acara aja, ada seksi-seksi lain yang ngga kalah pentingnya. Selain ada ketua, sekretaris, dan bendahara, ada korlap, TPD, TKS, dan TPK.
  • Koordinator Lapangan atau biasa disebut Korlap bertugas mengkoordinasikan dan mengkondisikan lapangan sesuai dengan apa yang telah diatur sie acara. 
  • TPD (Tim Penegak Disiplin) bertugas membuat peserta MOPD agar terbiasa untuk disiplin, well dengan cara mereka masing-masing :p
  • TKS (Tim Kreasi Siswa) bertugas menghibur peserta MOPD yang biasanya jadi agak desperate abis liat TPD :p
  •  TPK (Tim Pembimbing Kelas) bertugas membimbing kelasnya selama MOPD berlangsung.
Semua komponen ini tidak bisa terpisah satu sama lainnya, mereka akan selalu membutuhkan demi kelancaran acara MOPD ini.

Yap! jadi sie acara itu… walaupun cuma jadi orang di balik layar, walaupun ngga sebegitu dikenal sama peserta MOPD, walaupun ngasih tanda tangan CUMA ke satu orang, tapi gpp, Gue.. yang saat itu duduk di depan ruang OSIS sendiri, ngeliat peserta MOPD di hari terakhir, kumpul di lapangan, saling minta tanda tangan, saling nunjukin kekompakkan masing-masing kelas, saling nunjukin rasa terimakasih mereka ke TPK, rasanya ituuuuuuu bahagiaaaa banget. Bahagia yang Gue dan temen-temen sie acara lainnya adalah ketika semua acara berakhir dengan kesan, ya, target Gue dan semua sie acara adalah membuat MOPD tahun ini agar berkesan. Berkesan untuk mereka yang di-orientasi dan berkesan untuk kami yang meng-orientasi. Bahagianya ngga cuma pas MOPD aja, pacsa MOPD pun juga, baaaaaaaanyak banget kelas MOPD yang buka bersama, at least mereka menjaga kekompakkan mereka. Se-engganya, ngga seperti MOS Gue dulu, setelah MOS? semua berpencar.

Gue NGGA AKAN LUPA waktu Gue nyebut persyaratan peserta yang harus bawa empeng dan semua pengurus ketawa, waktu Ivan (salah satu korlap MOPD) protes tentang nama makanan yg jadi salah satu perlengkapan harian, waktu pra-MOPD keliling kelas jadi ‘manager’nya TPD untuk pertama kalinya, waktu jadi semacam ‘tameng’ buat ketua pelaksana di Loji pas Outbond, waktu Amel (salah satu TPD) dikira peserta MOPD adalah Gue, waktu liat Indra (Ketua OSIS) nyuruh peserta MOPD buat ngerangkak karna dia ngga suka sama sikap mereka, waktu Gue salah hitung jumlah peserta MOPD yang ikut ke Loji sampai harus berkutat dengan hitung-hitungan itu jam 12 malam, waktu semua yang ada di Loji tiba-tiba jadi TPD untuk kurang lebih 45 menit, waktu kita (sie acara) sampai bingung harus gimana sama semua makanan yang dikasih sama peserta MOPD, sementara hadiah untuk award udah siap semua, waktu Gue ikut promosi ekskul Gue di kelas yang Gue atur jadwal demo ekskulnya, waktu liat Tommy (salah satu TPD dan…) dimintain TTD sama peserta MOPD, dan… yang udah Gue bilang sebelumnya.. Gue duduk di depan ruang OSIS, liat mereka kumpul di lapangan, kayak ajang perpisahan… Angga (salah satu temen Gue) duduk di samping, dan Gue bilang ke dia
Seneng Ngga Gue..
Iyalah Pus pasti, orang lain pasti mikir kan, buat apa coba elu capek-capek ngurusin kayak ginian, tapi jadi ada cerita kan?
Ha? Cerita?
Iya cerita. Lu jadi punya cerita, bisa lu bagi-bagi ke anak lu nanti. “wah dulu tuh Mama kayak begini begini begini”. Coba yang sekolah kayak gitu-gitu aja, mau cerita apa coba ke anaknya?
Cuma bisa senyum. Capeknya kebayar men.

Thursday, July 19, 2012

Hidup bukan cuma di SMAN 1

"Hidup lu ngga cuma di SMAN 1"
Kata-kata yang bisa saya simpulkan dari omongan salah satu kakak alumni. "Oke lah di SMAN (sekolah saya) orang bisa kenal sama lu, jangan ngerasa hebat dulu, di luar sana siapa coba yang kenal sama lu?
Nyatanya memang benar. Kini, saya sudah mulai harus fokus untuk diri saya sendiri. Kurang dari satu tahun lagi saya berada di sekolah jika kuasa-Nya mengizinkan. Kadang saya berpikir, sudah 17 tahun apa yang sudah saya dapatkan? Mau jadi apa saya nanti? saya akan lepas dari "comfort zone" saya disini, lantas bagaimana? diri sendiri saja tidak mengerti mau kemana. saya harus mempersiapkan diri. Mungkin terdengar  sedikit terlambat. Tidak, tidak ada kata terlambat. 

Intinya jangan pernah berhenti belajar dari apapun dan siapapun. Kalo lu udah ngerasa cukup dan lantas lu berhenti di titik itu, ya berakhirlah lu disitu.  

Saturday, June 23, 2012

Pretend

Berawal dari percakapan kecil antara 2 teman Saya, kami mengarah ke topik yang lebih spesifik. 
Intinya gini :
Untuk membuat seseorang jadi merasa bodoh itu bukan hal yang baik. Itu bukan soal siapa yang terlebih dahulu bertanya atau terlebih dahulu memberitahu. Ya, memang semua hal bukan berarti harus dikomunikasikan, bukan berarti tidak boleh ada kata yang bernama 'privacy', tapi setidaknya untuk menjadi orang yang berpura-pura tahu padahal tak mengerti apapun itu sakit sekali. Apalagi berpura-pura tahu untuk sesuatu hal yang mustinya terlebih dahulu kita tahu daripada orang lain yang mustinya bahkan tak tahu apapun. Jangan tanya mengapa itu sakit sekali karena mungkin Saya sendiri tidak tahu apa jawabannya.

Popular Posts

Powered by Blogger.